Tampilkan postingan dengan label Terapi wicara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Terapi wicara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Desember 2018

URBANVENTURITY 1.0

Salurkan donasi anda...
Urbanventurity....

📍Kampung Kancana, Desa Santosa, Kab Bandung
📆 12 - 14 Desember 2018
📲 Windy 0896-5909-5543






Selasa, 27 November 2018

Talenta Center Jakarta

Talenta Center Jakarta Adalah Terapi & Sekolah Anak Spesial suatu lembaga pendidikan khusus bagi penyandang autisme, hiperaktif, down syndrome dan anak kebutuhan khusus lainnya.
Talenta Center Jakarta menyiapkan anak-anak dengan kebutuhan khusus tidak semata mengejar prestasi akademis, lebih penting dari itu  adalah secara integral membekali anak didik dengan nilai-nilai keutamaan  dan keterampilan untuk menghadapi kehidupan nyata secara mandiri.

Alamat :
Jl. Kebagusan Dalam IV  No. 24 RT 06/04 Kel. Kebagusan Kec. Pasar Minggu Jakarta Selatan - 0857 - 1533 - 3061 





Selasa, 10 April 2018

KESULITAN BELAJAR PADA ANAK

KESULITAN BELAJAR
PADA ANAK

Anak berkesulitan belajar adalah anak yang mengalami kesulitan dalam tugas-tugas akademiknya, yang disebabkan oleh adanya disfungsi minimal otak, atau dalam psikologis dasar, sehingga prestasi belajarnya tidak sesuai dengan potensi yang sebenarnya, dan untuk mengembangkan potensinya secara optimal mereka memerlukan pelayanan pendidikan secara khusus. Kesulitan belajar merupakan bidang yang sangat luas, dan sangat kompleks untuk dipelajari, karena menyangkut sekurang-kurangnya aspek psikologis, neurologis, pendidikan dan aspek kehidupan sosial anak dalam keluarga/masyarakat.

Kesulitan belajar yang bersifat internal (learning disability) dan kesulitan belajar yang bersifat eksternal (learning problem) menunjukkan gejala yang hampir sama yaitu adanya kesulitan dalam belajar membaca/menulis, kesulitan dalam belajar matematika dan adanya kesulitan dalam perilaku. Secara harfiah kesulitan belajar merupakan terjemahan dari Bahasa Inggris “Learning Disability” yang berarti ketidak mampuan belajar. 
 

A.                 Definisi

               Kesulitan belajar khusus adalah suatu gangguan dalam satu atau lebih proses psikologis yang mencakup pemahaman dan penggunaan bahasa ujaran atau tulisan. Gangguan tersebut mungkin menampakkan diri dalam bentuk kesulitan mendengarkan, berpikir, berbicara, membaca, menulis, mengeja, atau berhitung. Gangguan tersebut berupa gangguan intrinsik yang diduga karena adanya disfungsi sistem saraf pusat. Kesulitan belajar bisa terjadi bersamaan dengan gangguan lain (misalnya gangguan sensoris, hambatan sosial, dan emosional) dan pengaruh lingkungan (misalnya perbedaan budaya atau proses pembelajaran yang tidak sesuai). Gangguan-gangguan eksternal tersebut tidak menjadi faktor penyebab kondisi kesulitan belajar, walaupun menjadi faktor yang memperburuk kondisi kesulitan belajar yang sudah ada. 
              ACCALD (Association Committee for Children and Adult Learning Disabilities) mengatakan bahwa kesulitan belajar khusus adalah suatu kondisi kronis yang diduga bersumber dari masalah neurologis, yang mengganggu perkembangan kemampuan mengintegrasikan dan kemampuan bahasa verbal atau nonverbal. Individu berkesulitan belajar memiliki intelegensi tergolong rata-rata atau di atas rata-rata dan memiliki cukup kesempatan untuk belajar.

B.         Faktor penyebab Kesulitan belajar 
Ada beberapa penyebab kesulitan belajar, antara lain2:

a.        Faktor keturunan/bawaan

b.        Gangguan semasa kehamilan, saat melahirkan atau prematur
c.        Kondisi janin yang tidak menerima cukup oksigen atau nutrisi dan/atau ibu yang merokok, menggunakan obat-obatan (drugs), atau meminum alkohol selama masa kehamilan.
d.        Trauma pasca kelahiran, seperti demam yang sangat tinggi, trauma kepala, atau pernah tenggelam.
e.        Infeksi telinga yang berulang pada masa bayi dan balita. Anak dengan kesulitan belajar biasanya mempunyai sistem imun yang lemah.

      
C. Karakterisik Kesulitan Belajar 

·         * Gangguan Internal

Penyebab kesulitan belajar berasal dari faktor internal, yaitu yang berasal dari dalam anak itu sendiri. Anak ini mengalami gangguan pemusatan perhatian, sehingga kemampuan perseptualnya terhambat.

     

           * Kesenjangan antara Potensi dan Prestasi

Anak berkesulitan belajar memiliki potensi kecerdasan/inteligensi normal, bahkan beberapa diantaranya di atas rata-rata. Namun demikian, pada kenyataannya mereka memiliki prestasi akademik yang rendah

·      * Tidak Adanya Gangguan Fisik dan/atau Mental 
Anak berkesulitan belajar merupakan anak yang tidak memiliki gangguan fisik dan/atau mental. Kondisi kesulitan belajar berbeda dengan kondisi masalah belajar berikut ini :

 a.     Tunagrahita (Mental Retardation) 

Anak tunagrahita memiliki inteligensi antara 50-70. Kondisi tersebut menghambat prestasi akademik dan adaptasi sosialnya yang bersifat menetap. 

b. Lamban Belajar (Slow Learner)

Slow learner adalah anak yang memiliki keterbatasan potensi kecerdasan, sehingga proses belajarnya menjadi lamban. Tingkat kecerdasan mereka sedikit dibawah rata- rata dengan IQ antara 80-90. Kelambanan belajar mereka merata pada semua mata pelajaran. Slow learner disebut anak border line (“ambang batas”), yaitu berada di antara kategori kecerdasan rata-rata dan kategori mental retardation (tunagrahita) 
c.       Problem Belajar (Learning Problem) 

Anak dengan problem belajar (bermasalah dalam belajar) adalah anak yang mengalami hambatan belajar karena faktor eksternal. Faktor eksternal tersebut berupa kondisi lingkungan keluarga, fasilitas belajar di rumah atau di sekolah, dan lain sebagainya. Kondisi ini bersifat temporer/sementara dan mempengaruhi prestasi belajar. 
D. Kesulitan Belajar Akademis 

Kesulitan belajar akademis adalah kondisi yang menghambat proses belajar yaitu dalam membaca, mengeja, menulis, atau menghitung. Ketidakmampuan ini muncul pada saat anak menampilkan kinerja di bawah potensi akademik mereka.


Kesulitan belajar akademis terdiri atas:

-          Disleksia (kesulitan membaca)

-          Disgrafia (kesulitan menulis)

-          Diskalkulia (kesulitan menghitung)

Senin, 23 Maret 2015

Speech Therapy

DESKRIPSI
Terapi wicara merupakan tindakan yang diberikan kepada individu yang mengalami gangguan komunikasi, gangguan berbahasa bicara dan gangguan menelan dan terapi wicara yang dibahas berfokus pada terapi wicara pada pasien dengan masalah-masalah gangguan neurologist, diantaranya, pasca stroke.

Wicara/speech yang merupakan kumpulan suara “Vocal articulation” kata yang meruakan hasil dari ekpresi pikiran atau ide dan komunikasi artinya mengucapkan katakata. Intensitas suara yang dihasilkan, normal bagi pendengaran manusia rata-rata intensitas 40 – 65 db, frekwensi (anak-remaja) 20 – 20 ribu Hz dan dewasa 20 ribu Hz.

Speech Dysfungtion suatu kondisi dimana abnormalitas wicara, termasuk Aphasia, alexia, stammering, sturring, aphonia, sluring dan lain-lain, dan maslah-masalah wicara merupakan pengembangan dari beberapa penyebab, seperti gangguan persyarafan kortex cerebre, paralysis otot-otot pada struktur organ wicara dll.

MACAM-MACAM GANGGUAN WICARA
  • Ataxic speech : abnormal bicara dengan karakteristik kesalahan formasi bunyi dan disebabkan oleh disfungsi neuromuskuler organ wicara.
  • Explorative speech : abnormal bicara dengan karakteristik lambat, sentakan artikulasi (diinterpretasikan dengan tiba-tiba dan irama keras pada kata-kata tertentu)  adanya trauma pada otak
  • Mirror speech: abnormal bicara dengan karakteristik pengucapan susunan kata-kata terbalik  karena adanya gangguan lobus frontal
  • Scamping speech: abnormal bicara dalam menggunakan konsonan dan seluruh susunan kalimat  oleh karena ketidakmampuan individu mengeluarkan bentuk bunyi-bunyian.
  • Scaning speech: abnormal bicara dengan karakteristik irama artikulasi tidak bersih dan jelas yang disebabkan karena adanya kata-kata yang hilang, biasannya terdapat episode ”Pause” diantara susunan kalimat (Cth: Tumor laring).
  • Slurred speech: abnormal bicara dengn karakteristik susunan kalimat tidak jelas dan komplit, terburu-buru tetapi ada penggalan sebagain kalimat tertinggal, sebab kelemahan otot artikulasi, kerusakan motor neuron, karena penyakit otak dan obat-obatan
  • Staccato speech: abnormal bicara dengan karakteristik pause diantara kata-kata, irama kalimat tidak beraturan sebab multiple sclerosis.
Berdasarkan kerusakan atau gangguan syaraf yang terkena, dapat dibedakan, yaitu:
  • Aphasia : Kehilangan fungsi kemampuan berbicara, meliputi gangguan dalam menulis, berbicara, membaca, mendengar dan mengerti bahasa. Tipenya tergantung lokasi kerusakan; Broca atau werniks, global aphasia dan anonic aphasia.
  • Dysatria : pengucapan kata-kata yang tidak jelas dimana kekuatan koordinasi dan tonik otot yang digunakan dalam berbicara terganggu oleh lesi otak, dan syaraf  yg berhubungan dengan dysatria adalah Cranialis VII, IX, X dan XII
  • Aphonia : Kehilangan kemampuan untuk membentuk nada vokal
  • Anarthria : Ketidakmampuan dalam mengeluarkan kata-kata
  • Dysaphasia : Gangguan/kesulitan dalam berbicara
Hal penting yang harus dipahami apakah kelainan bicara itu merupakan gangguan Non fungsional atau gangguan fungsional.

MACAM-MACAM ALAT TERAPI

Claw Grip (AP 010)

Deskripsi :
Pensil grip inovasi terbaru! Dengan 3 kantong untuk jari membantu posisi jari tripod stabil tidak bergerak. Masukan pensil/bolpen/crayon kelubang tengah, kantong paling besar untuk jempol, 2 kantong lagi untuk telunjuk dan jari tengah.




Sikat Terapi (AP 011)

Deskripsi :
Sikat terapi untuk memberikan input taktil dan deep presure. Hanya digunakan atas pengawasan terapis, mengikuti Wilbarger protokol.



EZ Scrub - Brush (AP 012)


Deskripsi :
Sikat dengan 2 sisi: sikat dan spons memberikan input taktil yang berbeda tekstur. Bermanfaat untuk sensory diet, dan program sikat bagi anak2 yang sedang menjalani terapi SI.




Terowongan 1,75 meter (AP 013)


Deskripsi :
Bermain terowongan bertujuan untuk merangsang anak agar mau merangkak. Aktivitas merangkak bertujuan menstimulasi keseimbangan otak kiri-kanan dan juga menguatkan otot lengan supaya koordinasi motorik halus pun menjadi lebih siap



The Pencil Grip (014)


Deskripsi :
Pegangan pensil empuk terbuat dari karet lembut, bebas lateks. Jempol diletakkan di huruf R (tangan kanan) atau L (jika kidal), jari2 lain secara natural akan mengikuti bentuk grip.


Ark Grabber Chewies (AP 015)


Deskripsi :
Gigitan terbuat dari bahan bebas lateks yang aman teruji FDA, mudah dipegang dan dicuci. Berguna utk eksplorasi oral, melatih gerakan lidah dan rahang. Disarankan bagi anak2 yg senang menggigit, krn membutuhkan input propioseptor pada rahang. Pegangan grabber membuat anak dapat mencapai berbagai area dimulut.


Ark Grabber XT (AP 016)


Deskripsi :
XT adalah Xtra Tough yaitu gigitan terbuat dari bahan bebas lateks yang lebih kuat dan tidak hancur, mudah dipegang dan dicuci. Memberikan input tekanan pada rahang, memfasilitasi gerakan rahang dan lidah. Bahan dan warna aman teruji FDA.



Ark Oral Sensory Probe (AP 017)


Deskripsi :
Alat oral-motor revolusioner yg terlihat seperti sikat gigi kecil dengan 2 permukaan bertekstur berbeda pada ujungnya. Terbuat dari plastik bebas lateks, aman, dirancang untuk merangsang gusi, langit-langit dan lidah dengan cara menekan atau stroking, tidak utk dikunyah



Blue Chewy Tube (AP 018)


Deskripsi :
Dirancang untuk individu yang senang menggigit-gigit kerah baju, pensil, kuku, dll. Memberikan input propioseptor pada otot-otot mulut. Ekstra keras, diameter besar dan tebal, sehingga cocok dengan rahang yang kuat, seperti: anak-anak praremaja s/d dewasa. Bebas lateks, tidak ada rasa, tidak beracun.




Jet Kazoo (AP 019)

Deskripsi :
Tempelkan bibir pada ujung belakang pesawat yang berlubang lebar, dan keluarkan suara, contoh: huu, hiii, baa, hoo, bisa juga seperti bernyanyi. Kazoo akan mengeluarkan suara gema, mirip dengan bunyi terompet, yang membuat anak menjadi tertarik untuk terus berlatih menunjang produksi suara.




Lips Whistle (AP 020)


Deskripsi :
Peluit berbentuk bibir yang merupakan alat terapi oral-motor. Bertujuan untuk melatih kekuatan pernafasan dan bentuk bibir. Sangat dianjurkan bagi anak-anak yang sedang menjalani terapi wicara


Flash Card (021)

Deskripsi :
Kartu ini bisa dipakai untuk mengajar terapi wicara.  Gambar dalam format asli, bukan cartoon. Ukuran kartu rata-rata 9 x 12.5 centimeter. Di bagian belakang ada tulisan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.



LOGICO (AP 022)


Logico adalah sistem belajar baru, yang dikembangkan di Jerman sejak tahun 1993. Perangkat ini terdiri atas papan dan lembar-lembar gambar beraneka warna yang menarik. Cara menggunakannya sangat mudah, sehingga membuat anak-anak asyik bermain sambil memikirkan jawaban dari berbagai pertanyaan dalam permainan edukatif ini. Logico diakui dunia internasional dengan memperoleh berbagai penghargaan international.



Memory Card (AP 023)


Deskripsi : Kartu ini sangat baik untuk melatih daya ingat. Selain itu, juga dapat mengembangkan kosakata dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.